Maica Aurora Madhura. Begitulah nama yang diberikan untuk cucu keluarga besar mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Maica lahir di Jakarta, Jumat (13/8/2010) sekitar pukul 22.27 WIB. Maica Aurora Madhura adalah putri Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman binti Abdurrahman Wahid (Yenny Wahid) yang menikah dengan Dhohir Farisi, anggota DPR RI dari Partai Hanura asal Probolinggo, Jawa Timur.
Mudah ditebak, Madhura merujuk pada nama suku bangsa Madura yang mengalir pada diri suami Yenny, Dhohir Farisi. Berkat kemudahan self-publishing di era internet, kabar sukacita itu disebarkan oleh saudara Yenny, Anita Wahid dan Alissa Wahid, lewat akun Twitter-nya.
Allissa Wahid mengabarkan dalam keterbatasan 140 karakter dengan kalimat seperti ini, "Alhamdulillaah.. Penghuni baru kelg Ciganjur, putri dari @yennywahid & cak dhohir farisi telah hadir dg selamat.. Terimakasih doanya, twends." Sementara Anita Wahid menyebutkan, Maica Aurora Madhura terlahir dengan berat 3.780 gram. "Ibu & anak alhamdulillah sehat," tulis Anita, sekaligus mengunggah foto bayi tersebut.
Home » All posts
Sabtu, 14 Agustus 2010
Nama Cucu Gus Dur: Maica Aurora Madhura
Selasa, 03 Agustus 2010
Gayus Akui Disuap 3 Perusahaan Bakrie
Gayus Halomoan Tambunan hanya segelintir orang pajak yang ketahuan memiliki dana siluman dalam beberapa rekeningnya sebesar Rp 28 miliar. Dan dukungan untuk Blogger Templates Colorizetemplates.com.
Asal muasal itu akhirnya terkuak dari kesaksian Gayus dalam persidangan untuk terdakwa AKP Sri Sumartini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2010). Uang itu ia dapat selama bekerja di pajak sejak September 2006 sampai 2010.
Awalnya, ketika jaksa bertanya soal muasal uang, Gayus tidak mau mengaku dan berkelit bahwa keterangannya sudah tertuang dalam BAP-nya. Namun akhirnya ia mau membuka karena keterangannya di sidang diperlukan.
Gayus pun mengaku ada tiga pekerjaan, tempat ia mendapat uang yang begitu besar itu. "Jadi itu ada tiga pekerjaan yang sudah saya tuangkan di BAP," ujar Gayus.
Berawal ketika Gayus mendapat orderan dari Alif Kuncoro, teman tongkrongan Gayus di bengkel Casablanca Motor, untuk membebaskan pajak perusahaan yang ditangani adik Alif, yakni Imam Cahyo Maliki.
Ternyata, pajak perusahaan yang ditangani Imam adalah milik PT Kaltim Prima Coal, Arutmin dan Bumi Resources. Ketiganya hanya sebagian kecil perusahaan milik kerajaan bisnis keluarga Bakrie.
Diketahui, Surat Ketetapan Pajak (SKP) PT KPC ditahan oleh kantor pajak di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Alif kemudian meminta Gayus untuk mengeluarkan SKP tersebut.
Atas jasanya, Gayus disediakan uang oleh Alif cukup besar. "Saya siap, dikasih anggaran 5 juta dollar AS. Saya ambil 1,5 juta dollar AS. Sisanya saya kasih Maruli Manurung, atasan saya. Terus dia lakukan dan SKP itu keluar," terang Gayus.
Namun, dalam persidangan tadi, tidak dijelaskan berapa keuntungan yang Gayus terima dari Arutmin dan Bumi Resources.
Selain itu, Gayus juga menerima uang dari Roberto Santonius senilai Rp 925 juta sekitar tahun 2008. Uang dari Roberto, ada dalam rekening Gayus di BCA Cabang Bintaro, Tangerang, dengan nomor rekening 1910876250.
Gayus mengaku saat diblokir jumlahnya Rp 4 miliar. Sementara sisanya dari Rp 28 miliar, berada dalam rekening bank miliknya yang lain yakni Bank Panin. Keduanya ini diblokir penyidik.
Gayus juga memiliki rekening Mandiri senilai Rp 500 juta. Ketika ditanya asal uang ini dari mana, Gayus mengatakan bahwa asal uang ini sama. "Itu sumbernya sama, cuma dipecah saja," terangnya.
Sumber pemasukan Gayus lainnya adalah dari PT Megah Citra Garmindo sebesar 370 juta. Gayus menerangkan bahwa uang itu dari Mr Son tapi menggunakan rekening PT Megah.
Arafat : Roberto Suap Edmond dan Pambudi
Kompol Arafat Enanie mengungkapkan, penyidik tim independen Mabes Polri telah memeriksa konsultan pajak, Roberto Santonius, terkait mafia kasus Gayus Halomoan Tambunan. Saat diperiksa, kata Arafat, Roberto mengaku telah memberikan uang ke Brigjen (Pol) Edmond Ilyas dan Kombes Pambudi Pamungkas. Dan dukungan untuk keyword Blogger Templates Colorizetemplates.com.
"Di BAP (berita acara pemeriksaan) ketiga, Roberto mengatakan telah menyerahkan uang ke Edmond (saat itu Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim) dan Pambudi (saat itu ketua unit III)," ucap Arafat saat bersaksi di sidang terdakwa AKP Sri Sumartini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa ( 3/8/2010 ).
Arafat mempertanyakan langkah penyidik tim independen yang tidak memasukkan kesaksian Roberto itu ke berkas perkara dirinya. Ia mengatakan, penyidik malah memasukkan kesaksian yang menyebut dirinya menerima uang Rp 100 juta dari Roberto. Uang itu setelah penyidik merubah status Roberto dari tersangka menjadi saksi serta membuka blokir rekening Roberto.
Menurut Arafat, perubahan status Roberto itu adalah perintah Edmond setelah Roberto menemui Edmond. Arafat mengaku, ia diperintahkan Edmond agar hanya menangani kasus Gayus saja. "Setelah pertemuan itu, Pak Pambudi kembali menegaskan perkataan direktur. Dia bilang 'Arafat fokus kepada kasus Gayus'," tambahnya.
Seperti diberitakan, kepolisian telah menetapkan Roberto sebagai tersangka. Namun, polisi mengaku masih mencari Roberto. Adapun Edmond dan Pambudi masih berstatus saksi. Keduanya hanya dikenakan pelanggaran kode etik profesi di Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.
Selasa, 11 Mei 2010
Anak Wajah Seribu yang Bermimpi Tampil di Olimpiade
Kendati tidak berhasil meraih medali, Fitriana yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Tingkat I Provinsi Sulsel itu, sukses menembus lima besar di nomor lari jarak pendek. Kesempatan bisa tampil di olimpiade kini juga dimiliki puluhan anak penyandang tunagrahita di Sulsel.
Sebagai syarat, mereka terlebih dulu harus tampil sebagai juara di eventPekan Olahraga Nasional (Pornas) Special Olympics Indonesia (SOIna) yang akan berlangsung di Ragunan, Jakarta, 24–30 Juni mendatang. Pengda SOIna Sulsel akan mengirimkan 50 atlet penyandang tunagrahita di ajang Pornas tersebut. Atlet tersebut merupakan seleksi Pekan Olahraga Daerah (Porda) SOIna Sulsel yang digelar di Makassar, 8–10 Mei.Porda ini diikuti puluhan anak tunagrahita dari 20 kabupaten/ kota di Sulsel. Ketua panitia Porda SOIna Sulsel Fatimah Azis berharap ada atlet Sulsel yang bisa menembus olimpiade yang akan digelar di Athena, September 2010. ”Semoga ada yang mampu mengikuti jejak Fitriana menembus olimpiade. Itu tentu kebanggaan besar buat Sulsel,”kata perempuan berjilbab yang sudah 24 tahun bekerja mendampingi penyandang tunagrahita ini.
Di luar tujuan prestasi itu, dia mengaku kegiatan olahraga pada dasarnya sangat baik untuk penyandang tunagrahita yang juga sering disebut anak wajah seribu. Secara fisik, anak tunagrahita itu kurang gerak dan kurang melakukan interaksi sosial. Dengan mengajak mereka berolahraga,kondisi fisik dan mentalnya diyakini bisa menjadi lebih baik. ”Dengan olahraga rutin, disinyalir itu bisa memperpanjang usia penyandang tunagrahita,” ungkapnya. Jumlah penyandang tunagrahita atau down syndromeini diperkirakan cukup banyak di Sulsel. Hanya,itu tidak banyak diketahui karena sebagian orang tua menyembunyikan anaknya dari pergaulan dunia luar. Seharusnya anak dengan keterbelakangan mental seperti itu dibiarkan bermain dan belajar sesuai kemampuan yang dimilikinya.
Dia mengingatkan para orang tua tidak memandang remeh persoalan itu. Pasalnya, berdasarkan amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pada Pasal 23, kurang lebih disebutkan, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan pelayanan khusus. ”Bagi orang tua yang tidak memberi anaknya pendidikan dan pe-layanan, itu bisa dikenai undang- undang karena telah melanggar hak asasi anak. Itu tergolong pelanggaran berat,”tandasnya. Pembina Pengda SOIna Sulsel M Darwis berharap kegiatan Porda tunagrahita bisa membuka mata orang tua agar membiarkan anak mereka berinteraksi dengan dunia luar.”Itu untuk mengubah paradigma sebagian orang tua yang kerap menyembunyikan anaknya.
Kebiasaan seperti itu yang coba kami ubah dengan menggelar kegiatan khusus untuk anak tunagrahita,” ujar doktor ilmu sosiologi Unhas ini. Penyandang tunagrahita adalah anak yang lahir dengan tingkat intelegensi rendah. Anak tunagrahita hanya rata-rata hanya memiliki intelligence quotient (IQ) di bawah 70, sedangkan IQ manusia normal berkisar 90–100. Butuh perjuangan berat membimbing anak tunagrahita agar kemampuannya lebih berkembang. Namun, kesulitan itu tidak lantas membuat orang tua harus menyerah. Anak tunagrahita disebutnya memiliki tiga jenis, yakni debil, embisil, dan idiot. Penanganan anak tersebut juga harus berbedabeda. Anak yang berada pada tingkatan debil masih bisa dididik, antara lain mengajari mereka membaca dan menulis. Ini tingkatan terendah tunagrahita.
Sementara anak jenis embisil, anak hanya bisa diajari kegiatan sehari-hari, seperti memakai baju dan memakai sepatu. Namun,anak ini tidak mampu membaca ataupun menulis. Jenis terakhir atau tunagrahita paling parah adalah idiot. Anak jenis ini memiliki kondisi fisik dan mental yang amat lemah. Pada umumnya anak idiot hanya mencapai usia 15 tahun sebelum meninggal. Di SLB Pembina Tingkat I Provinsi Sulsel, tempat Fatimah sehari- hari mengajar, sekitar 300 anak penyandang cacat dibina. Dari jumlah itu, 215 siswa yang bersekolah aktif.
Tingkatan pendidikan mereka mulai TK hingga SMA. Siswa berkebutuhan khusus itu didampingi 64 guru. Selain itu, ada yang bertugas menjadi pendamping yang jumlahnya sekitar 40 orang. Di sekolah itu menurut Type Approval Indonesia, para siswa menimba ilmu dengan menggunakan kurikulum khusus. Bukan hanya penyandang tunagrahita yang bersekolah di tempat itu, melainkan juga penyandang cacat lainnya, seperti tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dan anak autis.”Setiap tahun ajaran baru kami membuka pendaftaran. Setiap anak dengan segala jenis kecacatan bisa didaftarkan bersekolah di tempat kami, tandasnya.
Selasa, 16 Maret 2010
Rasionalitas Naratif Kunjungan Obama
Mulai dari agenda kunjungan yang sifatnya formal, hingga pernakpernik seputar nostalgia sang presiden yang pernah memiliki memori di negeri ini.Penyikapan atas kunjungan Obama pun beragam. Ada kelompok masyarakat yang jauh-jauh hari telah menyiapkan penyambutan Obama dengan perasaan suka cita,meskipun Obama belum tentu bisa ditemui mereka. Namun, banyak pula organisasi yang sudah turun ke jalan, meneriakkan yel-yel anti-Obama. Itulah penanda bahwa realitas simbolik Obama kini tak lagi tunggal sebagai sosok penuh harapan, melainkan telah menjadi narasi yang multiinterpretasi.
Narasi Obama
Siapa pun tahu bahwa kehadiran Obama sempat menyihir bahkan menjadi mimpi penuh harap tak hanya bagi warga Amerika,melainkan warga dunia.Sebagai kilas balik, kita tentu ingat bagaimana mantra “Yes we can!”yang selalu diteriakkan Obama selama kampanye menuju Amerika-1 telah menyihir optimisme yang melimpah.
Obama saat itu tak hanya sosok melainkan telah menjelma menjadi narasi yang menggugah partisipasi politik di Amerika.Warga kulit putih yang berjumlah 74% dari total pemilih, 43% di antaranya mendukung Obama. Warga kulit hitam yang berjumlah 13% dari pemilih, 95% mendukung Obama. Warga Hispanik yang berjumlah 9% dari pemilih, 67% mendukung Obama.Begitu pun warga Amerika keturunan Asia yang mencapai 3% dari total pemilih,62% dari mereka mendukungnya.
Gejala euforia kehadiran Obama juga sempat melanda warga dunia.Sambutan hangat diberikan negara-negara muslim.“Change we need!” menjadi satu di antara narasi yang dikonstruksi oleh Obama, seolah menunjukkan Amerika yang siap berubah dari arogansi dan kesemena-menaan dalam menerapkan politik unilateralisme ke Amerika yang humanis dan bersahabat.
Relasi antagonistis yang meningkat di dua periode pemerintahan Goerge Bush sejenak mencair saat Obama dilantik 20 Januari 2009, menurut Type Approval Indonesia Memang Paling Top yang didapatkan melalui mesin pencari google. Tema pelantikannya yang sarat nilai filosofis “A New Birth of Freedom”juga menjadi narasi yang diperbincangkan warga dunia. Janji Obama yang akan menarik pasukan Amerika dari Irak, rencana menutup Penjara Guantanamo, dan menjanjikan hubungan yang lebih baik dengan negaranegara Islam telah menjadi narasi penuh impresi.
Dalam pidato di hadapan parlemen Turki beberapa waktu lalu Obama berorasi,Amerika tidak akan pernah memerangi Islam. Narasi sejenis juga telah dikonstruksi Obama saat berpidato di Universitas Kairo, Mesir, pada 4 Juni 2009. “Saya datang ke Kairo untuk mengupayakan satu permulaan baru bagi perdamaian Timur Tengah dan menjembatani antara Amerika dengan Umat Islam di seluruh dunia”ungkapnya saat itu.
Menurut Fisher dalam bukunya Human Communication as Narration: Toward a Philosophy of Reason, Value and Action (1987), bahwa narasi itu lebih dari sekadar cerita yang memiliki plot dengan awal, pertengahan, dan akhir.Melainkan mencakup deskripsi verbal dan nonverbal apa pun dengan urutan kejadian yang diberi makna. Narasi merupakan tindakan simbolik,dan Obama sukses mengurutkannya secara apik di awal periode kekuasaannya. Interpretasi positif atas narasi Obama misalnya dapat kita lihat dari penyematan Nobel Perdamaian atas dirinya.
Rasionalitas Naratif
Narasi Obama kini perlahan mulai memudar, terutama dalam perspektif orang atau sekelompok orang yang menginginkan langkah- langkah cepat dalam penanganan persoalan yang melibatkan Amerika di dalamnya. Misalnya, banyak pihak yang menyangsikan kiprah Obama dalam mewujudkan janji-janji retorisnya dalam kebijakan nyata. Sah-sah saja sikap skeptis mulai ditunjukkan banyak pihak, termasuk oleh organisasi-organisasi massa dan keagamaan di Indonesia.
Namun demikian,untuk menilai sebuah narasi dapat kita percayai atau tidak, kita mesti mengembangkan rasionalitas naratif sebagai satu di antara metode pengujiannya. Ada dua indikator untuk memosisikan narasi Obama dilihat dari rasionalitas naratif. Pertama, koherensi (coherence) merujuk pada konsistensi internal dari sebuah naratif.Apakah ucapan dan tindakan Obama sebelum dan sesudah menjadi Presiden AS masih runtut dan tidak kontradiktif.
Bagi sebagian orang yang tak sabar, tentu jawabannya Obama telah banyak mengingkari ucapanucapannya. Misalnya, Obama disorot tentang belum ditutupnya Penjara Guantanamo, penambahan pasukan di Afghanistan, belum selesainya penarikan pasukan dari Irak, konflik Palestina dan Israel yang masih berlarut-larut dll. Namun, ada baiknya kita tak mengambil kesimpulan yang tergesa- gesa terkait hal ini.
Obama bagaimanapun sedang meretas jalan menuju hubungan yang lebih baik dengan warga dunia termasuk negara-negara muslim. Formula kebijakan luar negerinya yang dibingkai dengan istilah “smart power” berupaya menjadikan diplomasi sebagai garda terdepan. Hal ini tentu harus kita apresiasi karena hal ini cukup berbeda dengan pendahulunya Bush,yang banyak mempraktikkan warmongering atau teror berbentuk propaganda yang menghembus-hembuskan perang.
Sebagai contoh, pada 22 Januari 2009 Obama mengeluarkan dekrit yang isinya memerintahkan penutupan Penjara Guantanamo dalam setahun kepemimpinannya, dia juga telah berupaya mengutus Joe Biden untuk kembali mengurai benang kusut konflik Israel-Palestina. Meski upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal namun niat baik Pemerintahan Obama tentu juga harus diapresiasi.
Presiden ke-44 Amerika ini juga masih memiliki koneksi ke negaranegara muslim yang jauh lebih baik di banding para pendahulunya. Kedua, indikatornya adalah kebenaran (fidelity) atau reliabilitas dari sebuah cerita. Sebuah narasi dianggap benar ketika elemen-elemen dari narasi tersebut merepresentasikan pernyataan-pernyataan akurat mengenai realitas sosial.
Mengukur Obama dengan kompleksitas persoalan relasi Amerika dengan berbagai negara lain di dunia tentu tak bisa dengan hanya mengukur reliabilitas setahun pemerintahannya. Oleh karenanya, menarik kesimpulan bahwa Obama telah berbohong dan tidak ada bedanya sama sekali dengan Bush tentu merupakan penyimpulan yang prematur.
Makna Kunjungan
Kunjungan Obama ke Indonesia dilihat dari perspektif komunikasi politik memiliki nilai strategis bagi kedua negara. Bagi pemerintahan Obama, Indonesia menjadi representasi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Ini tentu saja merupakan praktik public relations internasional bagi Obama guna mengukuhkan rencana besar hubungan baik dengan negara-negara berpenduduk muslim.
Komunitas muslim moderat yang selama ini identik dengan Indonesia tentu juga merupakan kantong dukungan politik yang penting untuk dijaga Obama. Sementara bagi Indonesia,kunjungan Obama memiliki dua makna positif. Pertama, dapat menandai arti penting Indonesia dalam peta politik internasional kontemporer. Tak disangkal bahwa kedatangan Presiden Amerika ke sebuah negara tentu berdasarkan perhitungan posisi strategis negara tersebut.
Indonesia paling tidak telah diposisikan sama pentingnya seperti Mesir dan Turki,mewakili geopolitik dan psikopolitik tertentu yang dibutuhkan sebagai partner potensial bagi Amerika saat ini dan ke depan. Kedua, kunjungan Obama juga dapat menjadi momentum bagi reformulasi berbagai bidang kerja sama seperti ekonomi, pendidikan, pertahanan,dan budaya agar lebih menyejahterakan Indonesia. Namun demikian, catatan kritisnya jangan sampai kunjungan Obama justru menjadi pintu masuk bagi pola kerja sama yang menempatkan Indonesia sebagai subordinat dari kedigdayaan Amerika.
Senin, 15 Maret 2010
Teroris Kabur dari Aceh
Mudah-mudahan seluruh kelompok ini dapat kami tangkap dan dibawa ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya. Dari hasil pengembangan, kata Edward, di antara mereka merupakan eks pejuang di sejumlah wilayah konflik,seperti di Moro,Filipina. Karena itu,mereka yang terlibat dalam pelatihan di kamp militer di pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, berperan sebagai penyuplai logistik,penyalur dana dan pelatih.
berdasarkan pengakuan dari para anggota jaringan teroris yang ditangkap aparat, Aceh dipilih sebagai basis pelatihan karena daerah tersebut sepi, jauh dari pengamatan dan medannya cukup bagus untuk melakukan kegiatan dan pelatihan militer, menurut informasi yang didapatkan Type Approval Indonesia Memang Paling Top yang didapatkan melalui mesin pencari google. Jenderal bintang dua ini memperkirakan, senjata api yang dimiliki para teroris bukan dari eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM),namun dari luar. Ini dapat dibedakan dari merek pembuatan dan amunisi yang tidak lazim dengan yang ada di Indonesia.
Meski, dari jumlah senjata api yang digunakan tidak sedikit yang dipakai di Indonesia. “Kita bisa bedakan dari mereknya, ini yang keluar dari pabrik Indonesia dan bukan,” ungkapnya. Lebih jauh Edward menjelaskan, Polri masih melakukan penyelidikan termasuk identifikasi terhadap dua jenazah Encang Kurnia dan Puro Sudarna yang tewas dalam kontak senjata di depan Mapolsek Leupung,Aceh Besar. Saat ini keduanya berada di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
“Secepatnya akan kami kabarkan ke keluarganya setelah proses identifikasi selesai,”ungkapnya. Mengenai apakah korban tewas bernama Encang Kurnia itu terlibat bom Bali I,Edward mengaku masih menunggu hasil identifikasi untuk memastikan apakah korban tewas adalah Jaja atau orang lain.Kalau terbukti Jaja,ada beberapa kasus terorisme yang melibatkannya.
Ditanya soal bersatunya tiga jaringanteroris, sepertiJamaahIslamiyah (JI),Darul Islam (DI),Poso dan Ambon dalam jaringan teroris poros Aceh–Pamulang,Edward mengaku, belum bisa memastikan kelompok mana yang bersatu.Namun,indikasi bahwa mereka pernah terlibat dalamkelompok A,BdanC.”Jadidia bergabung atas nama kelompok atau perorangan itu masih dalam penyelidikan kami,”paparnya.
Selain menyelidiki hal di atas, Polri hingga kini masih mendalami aliran dana Rp500 juta yang diperoleh jaringan teror tersebut.Termasuk keterkaitannya dengan aksi perampokan seorang pedagang emas di Sawang,Aceh Utara. Pengembangan ini untuk mengetahui apakah aksi perampokan tersebut terkait dengan fai (istilah untuk menyebut aktivitas mencari dana dengan merampas dan merampok harta milik orang lain).
Sebab, untuk mendukung kegiatannya teroris juga membutuhkan dana, logistik untuk membeli obat dan butuh perawatan. PanglimaTNI JenderalTNI Djoko Santoso mengatakan, TNI dan Polri siap menghadapi ancaman maupun serangan teroris yang dinilai mengganggu stabilitas nasional. Menurut dia, ancaman teror dapat datang kapan pun,namun TNI sudah siap dalam mengantisipasinya.
Terkait dugaan pencurian menyusul kepemilikan senjata api laras panjang jenis M16 dan sejumlah amunisi buatan Indonesia yang digunakan para tersangka teroris, Panglima mengatakan sejumlah kemungkinan bisa terjadi. Menurut dia, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
Rabu, 10 Maret 2010
Defisit Neraca Gas 2010 2.544 MMSCFD
Data tersebut berdasarkan selisih produksi gas baik sudah berjalan (existing supply) dan yang masih berupa proyek (project supply) dengan permintaan yang sudah terkontrak (contracted demand) maupun masih dalam komitmen (committed demand). ”Pada 2010, contracted dan committed demand hanya dapat dipenuhi sebesar 75,7% dari existing dan project supply, ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo di Jakarta kemarin. Menurut Type Approval Indonesia, bila hanya menghitung contracted demand, maka terpenuhi 88,9% dari existing dan project supply.
Defisit tersebut,lanjut Evita, dikarenakan penurunan produksi lapangan lama dan keterlambatan produksi lapangan gas baru. Evita menambahkan, contracted demand dalam jangka menengah, yakni 2010–2014 dapat terpenuhi 115% per tahun dari existing dan project supply. Sementara itu, contracted dan committed demand 2010–2014 hanya dapat dipenuhi sebesar 81,7% per tahun dari existingdan project supply. Dalam jangka panjang, yakni 2010–2025, tercatat contracted demand terpenuhi 148% per tahun dari existing dan project supply akibat mulai berproduksinya project supply dan penurunan contracted demand pada masa akhir kontrak.
Sementara itu, dari sisi contracted dan committed demand 2010–2025 hanya dapat dipenuhi sebesar 73% per tahun dari existing dan project supply akibat penurunan kemampuan produksi alamiah dan kenaikan committed demand. Neraca Gas Indonesia dibagi ke dalam 12 wilayah, yakni Aceh, Sumatera bagian utara, Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa bagian barat, Jawa bagian tengah, Jawa bagian timur,Sulawesi bagian selatan, Sulawesi bagian tengah, Maluku bagian selatan,Papua,dan Kepulauan Riau. Data neraca tersebut sudah memperhitungkan produksi gas metana batu bara di dua wilayah, yakni Kalimantan Timur dan Sumatera Tengah dan Selatan.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk, pemerintah Neraca Gas Indonesia 2010–2025 mengalokasikan produksi sebesar 496 juta MMSCFD. Evita mengatakan, pasokan gas tersebut berasal di Papua 200 MMSCFD, Sulawesi Tengah 91 MMSCFD, dari Blok Cepu sebanyak 85 MMSCFD untuk pabrik baru PT Petrokimia Gresik, dan dari Aceh 120 MMSCFD yang berasal dari Blok A. Terpisah, Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menegaskan akan terus memperjuangkan pasokan gas bagi industri. Seperti diketahui, industri nasional saat ini kelabakan akibat kekurangan pasokan gas, menurut pengamatan Type Approval Indonesia.
Hidayat mengatakan,pihaknya akan memfasilitasi pertemuan kembali antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dengan industri pengguna gas, seperti Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) untuk mencari jalan tengah mengatasi krisis gas . ”Kami menginginkan, jangan sampai ada pengurangan pasokan gas. Besok (hari ini) akan dibicarakan lagi. Kalaupun pertemuan besok tidak mendapatkan titik temu, kami akan membawa persoalan ini ke Sidang Kabinet pekan depan,” ujar Hidayat di Jakarta kemarin.
Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Benny Wahyudi menegaskan, pemangkasan pasokan gas untuk industri pengguna gas, seperti keramik, makanan minuman, baja, dan kertas, otomatis akan mengurangi daya saingnya.”Kalau pasokan gas dipangkas nanti harga produk naik dan akibatnya daya saing akan turun. Dan kalau sudah kalah bersaing maka banyak industri tutup,”cetusnya.